Milad 'Aisyiyah ke 108 Gelar Seminar Kolaboratif Ketahanan Pangan Berbasis Qoryah Thoyyibah Menuju Ketahanan Nasional
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi atara Majlis MTK, MHH, LLHPB, serta M.Kes, BPP PDA Pemalang, diikuti oleh PCA SE-kab Pemalang.
Ibu Mimin Sebagian Ketua dalam acara kali ini berpesan peserta seminar wanita Aisyiyah siapkan gelas kosong untuk menimba ilmu yang akan di paparkan/sampaikan ke 3 narasumber.
Seminar menghadirkan tiga narasumber utama
1. LBH PDM Pemalang (Divisi Litigasi) Haerul Umam S.H yang memberi wawasan hukum terkait lahan dan lingkungan hidup, Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang baik di Indonesia, peran penting pemerintah sangat vital. Pemerintah Selaku pemangku kebijakan dan pembuat regulasi terhadap semua aturan harus selalu aktif dalam menentukan kebijakan yang pada akhirnya berpihak pada Rakyat.
2. Ketua DLH Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati S.Km yang mengulas pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pemaparan mengapa perubahan iklim terjadi? Karena gas rumah kaca yang di lakukan kegiatan manusia, seperti membakar sampah, menebang hutan, Saat emisi gas rumah kaca menyelubungi Bumi, panas matahari pun terperangkap. Hal ini menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Dunia sekarang memanas lebih cepat daripada kapan pun sepanjang sejarah yang tercatat. Beliau berpesan Sumber emisi dan serapan GRK. Gerakan menanam pohon untuk penyerapan air. Kalau bukan sekarang kapan lagi
Dan kalau bukan kita siapa lagi.
3. Ketua MTK PWA Jawa Tengah dr.Hj. Amiroh yang menguatkan konsep Qoryah Thoyyibah dari perspektif Islam, Qoriah Thoyyibah adalah Desa yang baik yang di berkahi oleh Allah, Menanam dan menjaga adalah ibadah ketahanan pangan.
Wakil Ketua PDA Pemalang, Dra. Nur Laeli, M.Pd., menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan teknis, tapi juga menyangkut iman, lingkungan, dan kebijakan. Ia berharap kegiatan ini menjadi gerakan nyata di tingkat cabang dan ranting.
Wakil lembaga Ibu Ayu Marlina, Beliau berkata topik kali ini bukan main-main, karena kemadirian bangsa itu tumbuh dari rakyat yang mengembangkan pertanian desa yang baik dan di berkahi untuk kemajuan bangsa supaya bisa berdiri dan tidak mengandalkan import.
Acara di tutup dengan penyerahan sertifikat bentuk apresiasi kepada Bapak/Ibu narasumber yang telah memberikan semangat, ilmu, dan pengalaman berharga dalam acara ini.
"Mari kita terus belajar, berkreasi, dan berkontribusi untuk menciptakan dampak yang positif."
Tidak ada komentar